Minggu, 30 November 2014

filosofi bunga sakura

sakura - bunga janji yang akan selalu menepati janjinya untuk datang kembali

Sakura…sakura…ima saki hokoru
[sakura bermekaran]
Setsuna ni chiri yuku sadame to shitte
[mekarnya hanya sekejap]
Sakura…sakura….tada mai ochiru
[Sakura berguguran]
Itsuka umare kawaru toki wo shinji
[percayalah suatu hari akan lahir kembali]
(Sakura song by Moriyama Naotama)

           “Bunga sakura, saat mekar tanpa pamrih, tanpa beban apa pun, dengan ketulusan dalam memberikan kepuasan dan kekaguman pada tiap orang untuk menikmatinya. Gugurnya bunga sakura akan sangat disayangkan banyak orang. Hidup Sakura itu bak cermin keberhasilan seseorang. Begitu kita mati, orang merasa kehilangan.”
Sakura adalah janji, yang walau usianya terlalu singkat, tapi ia berjanji akan kembali mekar di musim semi selanjutnya. Ia akan kembali membagi keindahannya, ia akan kembali membagi keceriaan bagi siapa saja yang memandangnya.
Sakura berjanji akan datang lagi.


Di saat mekarnya bunga sakura, warga Jepang akan mengadakan Hanami.
Kegiatan hanami atau menikmati keindahan bunga sakura sambil berpesta di bawah rimbunan bunga sakura, semacam kegiatan wajib warga Jepang.
Budaya hanami telah dimulai ribuan tahun yang lalu, menjadi tradisi yang tak terpisahkan.
Karena mekarnya sakura menandai awal tahun ajaran baru bagi pelajar dan tahun fiskal bagi pengusaha. Ia menjadi semacam pesta selamat datang bagi warga baru dalam suatu komunitas
“Saya berharap suatu saat nanti akan bisa menyentuh kelopak bunga sakura dibawah pohon dengan bunga-bunga sakura mungil yang berjatuhan tertiup hembusan angin”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar